JAWABAN UAS ETIKA BISNIS

 JAWABAN UAS ETIKA BISNIS - UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

NAMA: Safiina Rahma 

NIM: 01222070 

PRODI: Manajemen - Fakultas Ekonomi dan Bisnis 

1. Secara khusus pengertian etika adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan seorang individu dalam lingkungan sosialnya, yang sarat dengan aturan dan prinsip yang berkaitan dengan perilaku yang dianggap benar. Dan pengertian etika secara umum adalah aturan, norma, aturan atau prosedur yang sering dijadikan pedoman atau prinsip ketika seseorang melakukan tindakan dan perilak

 2. Deontologi adalah etika berdasarkan konsep kewajiban, sebaliknya sistem etika berdasarkan  ide dasar untuk mencapai beberapa syarat untuk suatu hubungan baik atau sifat-sifat karakter yang diperlukan untuk kehidupan yang baik. Ilmu ini berurusan dengan tugas, arahan tatanan moral, dll konsep tugas sebagai tugas sosial pada umumnya khususnya tentang etika

Dua kesulitan diajukan terhadap teori deontologi, terutama terhadap pandangan Kant: pertama, apa yang terjadi ketika seseorang dihadapkan pada dua kewajiban tradisional atau moral dalam situasi yang sama, tetapi keduanya tidak dapat dipenuhi pada saat yang sama, meskipun masing-masing membatalkan. yang lain. lain Untuk mengatasi kesulitan pertama ini, Kant memberikan dua hukum moral sebagai imperatif mutlak, yang sekaligus dapat menjawab pertanyaan di atas. Hukum moral pertama menurut Kant berbunyi: “Hanya bertindak sesuai dengan urutan bahwa Anda sendiri menjadi hukum universal.”. Kedua, Kant juga mengusulkan kemutlakan lainnya : “Bertindaklah agar Anda menjadi orang pertama yang berurusan dengan orang lain, baik diri Anda sendiri maupun orang lain

3. Teleologi dapat diartikan sebagai refleksi moral tentang apakah suatu tindakan itu baik atau buruk. Teleologi memahami apa yang benar dan apa yang salah, tetapi itu bukanlah ukuran akhir. Tujuan dan hasil lebih penting. Tidak peduli seberapa salah perbuatan itu menurut hukum, tetapi jika mempunyai tujuan dan hasil yang baik, maka perbuatan itu dianggap baik. Ajaran teleologis bisa berisiko menghalalkan segala cara. Jadi niat baik harus diikuti dengan tindakan hukum. Pembahasan tentang "baik" dan "buruk" harus diimbangi dengan "benar" dan "salah". Lebih dalam lagi, doktrin teleologis ini dapat melahirkan hedonisme ketika “apa yang baik” direduksi menjadi “apa yang baik untuk dirinya sendiri”.

a)      egoisme

Pandangan inti dari egoisme adalah bahwa tindakan setiap orang pada dasarnya diarahkan pada pengejaran pribadi dan peningkatan diri. Perilaku yang dapat diterima bergantung pada konsekuensi. Pandangan inti dari egoisme adalah bahwa tindakan setiap orang pada dasarnya diarahkan pada pengejaran pribadi dan peningkatan diri.

b)      utilitarianisme

Menurut teori ini, suatu kegiatan itu baik bila membawa manfaat, tetapi manfaat itu harus berlaku tidak hanya untuk satu atau dua orang, tetapi untuk seluruh masyarakat. Di sisi lain, buruk atau jahat adalah sesuatu yang tidak berguna, tidak berguna dan berbahaya. Oleh karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditentukan oleh bermanfaat atau tidaknya perbuatan tersebut

4.      4. Profesi adalah pekerjaan yang dilaksanakan untuk dapat menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan suatu keahlian. Oleh sebab itulah, tidak semua pekerjaan termasuk sebagai profesi. Sedangkan hobi adalah kegemaran dalam kehidupan sehari-hari. Setiap manusia memiliki perbedaan satu sama lain. hobby bukanlah pekerjaan karena dimana keadaan tersebut hanya kegiatan yang dapat membuat kita merasa rileks dan yang dilakukan berulang kali saat kita mempunyai waktu senggang. Lalu Ciri ciri profesi adalah sebagai berikut :

a)      Untuk pelaksanaannya tidak sekedar diperlukan keterampilan (skills) tetapi juga kemampuan intelektual.

b)      Diperlukan suatu masa studi dan latihan khusus yang cukup lama.

c)      Para praktisinya secara individual atau kelompok memiliki tonomi dalam bidangnya.

d)     Tindakan an keputusannya dapat diterima oleh para praktisi yang bertangung jawab.

e)      Layanan tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan ekonomi.

f)       Memiliki suatu kode etik

5    5. Argumen yang menentang mitos bisnis amoral

Bisnis tidak sama dengan judi atau permainan yang di pertaruhkan dalam bisnis tidak hanya uang atau barang, tetapi juga harga diri, nama baik, dll. Bisnis tidak mempunyai aturan sendiri yang berbeda sendiri yang berbeda dengan aturan kehidupan social masyarakat. Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas. Praktek bisnis tertentu yang dibenarkan secara legal belum tentu dibenarkan secara moral. Etika harus dibedakan dengan ilmu empiris. Dalam ilmu empiris, fakta yang berulang terus dan terjadi dimana-mana menjadi teori dan hokum ilmiah, dalam etika tidak demikian

Argumen yang mendukung mitos bisnis amoral

Bisnis sama dengan judi sebuah bentuk persaingan dan permainan yang mengutamakan kepentingan pribadi dan mengupayakan segala macam cara untuk mencapai kemenangan. Aturan yang dipakai dalam bisnis berbeda dengan aturan dalam kehidupan social. Orang bisnis yang mematuhi aturan moral akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan di tengah persaingan yang ketat

6     6.  Etika bisnis adalah seperangkat aturan moral yang digunakan untuk mengatur dan menjalankan sebuah bisnis. Karena membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

      7.  Berikut ini penjelasan dan penerapan prinsip etika bisnis bagi perusahaan.

a)      Prinsip Integritas

Prinsip kejujuran harus menjadi landasan penting dalam segala bidang usaha. Untuk beberapa pedagang. Baik pengusaha modern maupun pengusaha tradisional mengatakan bahwa kejujuran adalah salah satu kunci sukses dalam berbisnis. Pada umumnya perusahaan yang beroperasi tanpa prinsip kejujuran tidak akan mampu bertahan lama.

b)     Prinsip Integritas Moral

Diimplementasikan dengan baik, prinsip integritas moral sangat berguna dalam menjaga reputasi baik suatu perusahaan. Selain itu, prinsip ini adalah kepercayaan konsumen. Penerapan prinsip integritas moral merupakan tugas semua pihak yang terlibat, baik pemilik perusahaan, karyawan maupun manajemen perusahaan.

c)      Prinsip Kesetiaan

Prinsip loyalitas selalu berkaitan dengan tingkah laku karyawan, baik manajemen maupun atasan dan bawahan. Prinsip loyalitas dapat diterapkan dalam bekerja dan kesungguhan dalam berbisnis sesuai dengan visi dan misi perusahaan

d)     Prinsip keadilan

Prinsip keadilan berlaku bagi semua mitra usaha, yang berhak mendapatkan perlakuan yang sama berdasarkan peraturan yang berlaku. Menurut prinsip etika bisnis ini, semua pihak harus memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis yang dilakukan.

8.     8. Code of Etics adalah pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.

9.   9. Keadilan diuraikan secara mendasar oleh Aristoteles dalam Buku ke-5 buku Nicomachean Ethics. Untuk mengetahui tentang keadilan dan ketidakadilan harus dibahas tiga hal utama yaitu 

       (a) tindakan apa yang terkait dengan istilah tersebut; 

       (b) apa arti keadilan; dan

       (c) diantara dua titik ekstrim apakah keadilan itu terletak

Menurut Adam Smith yang disebut keadilan sesungguhnya hanya punya satu arti yaitu keadilan komutatif yang menyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan hubungan antara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak 1. Keadilan legal sesungguhnya sudah terkandung dalam keadilan komutatif, karena keadilan legal sesungguhnya hanya konsekuensi lebih lanjut dari prinsip keadilan komutatif yaitu bahwa demi menegakkan keadilan komutatif negara harus bersikap netral dan memperlakukan semua pihak secara sama tanpa terkecuali.

John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran".1 Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil".2 Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan.

Persamaannya kedua konsep tersebut memiliki tujuan untuk memprioritaskan keadilan. Sedangkan perbedaannya adalah dimana konsep Adam Smith menolak distributif sebagai salah satu jenis keadilan. 



KASUS 1 

Apa masalah etis yang timbul dari Jamu China di atas?

 

Isu etika bisnis yang muncul dari pengobatan jamu cina di atas melanggar prinsip etika bisnis yang bertanggung jawab, karena dalam kasus 19 merek jamu cina mengandung bahan kimia obat yang berbahaya dari segi komersial, sangat menjanjikan, bisa untuk janji pemulihan cepat, tetapi efek lain dari bahan Importir jamu Cina ini tidak dapat bertanggung jawab atas bahan kimia berbahaya. Namun di sisi lain dapat dikatakan sudah tertangkap BPOM, mengapa jamu yang mengandung bahan kimia obat berbahaya dapat diimpor dan dijual bebas di Indonesia? yang menitikberatkan pada kesadaran baik dunia usaha maupun aparatur pemerintah.

 

KASUS 4

Permasalahan etis apa yang muncul dalam kasus pemalsuan merek tersebut ? 

 

Permasalahan etik dalam pemalsuan merek adalah tidak menghargai hasil karya cipta seseorang yang menciptakan produk unggul yang bermanfaat bagi semua orang. Permasalahan etis yang muncul dalam kasus pemalsuan adalah produk barang barang luar negeri yg di jual murah dan beda dengan harga asli barang.